Menggali Kekayaan Spiritual melalui Kegiatan Intrakurikuler BTAQ di SMPN 2 Salatiga

Oleh: M. Bahaudin Subhan Habibi, S.Pd.I.

Pendidikan agama memiliki peran sentral dalam membentuk karakter dan moral generasi muda. Di SMPN 2 Salatiga, semangat untuk mengokohkan pemahaman agama dan menghidupkan nilai-nilai spiritual siswa tercermin dalam program intrakurikuler Bimbingan Tadris Al Quran (BTAQ). Program yang akrab disebut sebagai Muatan Lokal Kajian Kitab Suci (KKS) Islam ini dihelat setiap hari Sabtu dengan kerjasama antara sekolah dan mahasiswa relawan dari UIN Salatiga, Fakultas Adab dan Humaniora. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 7, 8, dan 9 yang beragama Islam, di mana pengelompokan kelasnya disesuaikan dengan hasil penilaian Al Quran dan Iqro. Kolaborasi ini melibatkan Guru Agama Islam, M. Bahaudin Subhan Habibi, S.PdI, serta guru mapel lain yang terlibat dalam membimbing.
Mengenal Lebih Dekat Muatan Lokal KKS Islam

Muatan Lokal KKS Islam di SMPN 2 Salatiga menjadi wadah penting bagi siswa untuk memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran agama Islam. Kegiatan ini membahas kitab suci Al Quran dan Iqro secara mendalam, membantu siswa menggali makna serta hikmah yang terkandung dalam setiap ayat. Tujuan utama dari program ini adalah mengembangkan koneksi spiritual siswa dengan agama serta mengokohkan akhlak yang baik.
Sinergi dengan Mahasiswa Relawan dari UIN Salatiga

Sinergi antara sekolah dan mahasiswa relawan dari UIN Salatiga menjadi pilar penting dalam suksesnya program Muatan Lokal KKS Islam. Mahasiswa relawan, yang memiliki latar belakang studi dalam Fakultas Adab dan Humaniora, membawa pengetahuan mendalam tentang ajaran agama dan metodologi pengajaran yang efektif. Melalui kelas-kelas tatap muka, mereka menjembatani pemahaman siswa terhadap isi Al Quran dengan cara yang lebih menarik dan relevan.
Pengelompokan Kelas yang Berlandaskan Pemetaan Hasil Penilaian

Dalam usaha untuk memberikan pendekatan pembelajaran yang lebih efektif, pengelompokan siswa dalam kelas-kelas berdasarkan pemetaan hasil penilaian Al Quran dan Iqro menjadi salah satu langkah kunci. Dengan cara ini, setiap siswa mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat pemahamannya. Ini juga membuka peluang bagi siswa untuk saling berinteraksi dan bertukar pemahaman.
Kolaborasi Guru Agama dengan Guru Mapel Lain

Kolaborasi antara Guru Agama Islam, M. Bahaudin Subhan Habibi, S.PdI, dengan guru mapel lain merupakan pilar utama dalam memperkuat pendekatan holistik dalam pendidikan. Melalui pendekatan lintas mata pelajaran, siswa dapat menghubungkan nilai-nilai agama dengan aspek-aspek kehidupan lainnya. Ini membantu siswa melihat hubungan yang erat antara ajaran agama dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mendalami Spiritualitas dan Membentuk Karakter Unggul

Program intrakurikuler BTAQ melalui Muatan Lokal KKS Islam di SMPN 2 Salatiga adalah upaya konkret dalam membangun generasi muda yang memiliki landasan spiritual yang kuat dan karakter yang baik. Kolaborasi antara sekolah, mahasiswa relawan, guru agama, dan guru mapel lain memberikan pendidikan yang holistik dan berdaya guna. Melalui program ini, siswa belajar tidak hanya untuk menghafal teks-teks suci, tetapi juga untuk merenungkannya, memahaminya, dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan nyata.
Kesimpulan

Program intrakurikuler Bimbingan Tadris Al Quran (BTAQ) melalui Muatan Lokal Kajian Kitab Suci (KKS) Islam di SMPN 2 Salatiga menggambarkan tekad yang kuat dalam membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang mendalam dan karakter yang baik. Kolaborasi antara berbagai pihak menciptakan lingkungan pembelajaran yang kaya, inspiratif, dan memberikan dampak positif dalam pengembangan spiritual dan akademik siswa. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menginspirasi lembaga pendidikan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *