Memuliakan Guru Dalam Konteks Keislaman

Oleh: Much Aulia Esa Setyawan, S.Pd. 

Guru adalah seseorang yang mendidik siswanya dengan ilmu yang ia miliki. Guru dianggap sebagai penerang yang membantu siswa memahami makna kehidupan, ajaran agama, dan nilai-nilai moral. Dalam bahasa Arab, guru disebut “mu’allim” yang berasal dari akar kata yang berarti “pengajar” dan “pembimbing.” Di sisi lain Guru memiliki peran sentral dalam pembentukan karakter dan pengembangan pengetahuan generasi muda. Dalam konteks pendidikan, memuliakan guru bukan hanya merupakan suatu tindakan etis, tetapi juga memiliki nilai penting dalam pandangan Islam.

Memahami pengertian guru dan manfaat memuliakan guru dalam pandangan Islam adalah langkah awal dalam menghargai peran mereka sebagai pembimbing spiritual dan intelektual. Pada konteks Islam, memuliakan guru memiliki manfaat yang mendalam. Pertama, siswa yang memuliakan Guru merupakan mencerminkan rasa hormat dan penghargaan terhadap ilmu pengetahuan yang diwakili oleh guru. Sebagai pewaris ilmu, guru memiliki tanggung jawab besar dalam mentransfer pengetahuan kepada generasi muda. Memuliakan guru adalah bentuk penghormatan terhadap upaya mereka dalam memberikan warisan pengetahuan.

 Kedua, memuliakan guru adalah langkah dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dalam banyak hadis tentang memuliakan Guru, Nabi Muhammad Saw. mengajarkan pentingnya mendengarkan dan menghormati Guru. Sikap memuliakan guru, seseorang juga memperoleh pahala dan berkah dari Allah Swt. karena mengikuti ajaran Nabi. Ketiga, memuliakan guru menciptakan lingkungan belajar yang positif. Ketika guru merasa dihargai dan dihormati, mereka akan lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik dalam mengajar dan membimbing siswa. Ini memberikan dampak positif pada kualitas pendidikan dan perkembangan karakter siswa.

Terdapat kata-kata bijak mengatakan bahwa “Aku melihat bahwa hak yang paling kuat adalah hak seorang mu’allim (guru). Hak yang paling wajib dijaga setiap muslim. Ia berhak diberi hadiah kemuliaan (seribu dirham) untuk setiap huruf yang ia ajarkan, sebagai penghormatan.” Tahukah kamu maksud kata-kata itu? Jadi dalam konteks keislaman guru sangat dimuliakan karena ilmu yang dimiliki dan yang disebarkanya. Guru berhak untuk dimuliakan oleh siswa-siswanya, karena dengan memuliakan Guru, ilmu yang didapatkan akan menjadi berkah. Memuliakan guru dalam konteks keislaman juga dianggap membawa manfaat spiritual dan sosial. Guru bukan hanya sebagai sumber ilmu, tetapi juga pembimbing dalam aspek moral dan spiritual. Dengan menghormati guru, kita juga mendekatkan diri kepada Allah, menciptakan lingkungan belajar yang positif, dan mengapresiasi upaya mereka dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Dalam upaya melanjutkan peran mereka sebagai penerang dan pembimbing, memuliakan guru menjadi salah satu bentuk ibadah yang berarti dalam Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *