SMP 2 Salatiga Menyuarakan Perlawanan terhadap Bullying melalui Karnaval

SMP 2 Salatiga Menyuarakan Perlawanan terhadap Bullying melalui Karnaval “Stand Up Speak Up”
Salatiga, 11 November 2023 – SMP 2 Salatiga mengambil langkah berani dalam menyuarakan perlawanan terhadap bullying dengan mengikuti Karnaval Antibullying yang diadakan di Kota Salatiga. Karnaval yang melibatkan 307 peserta ini menyajikan berbagai elemen kreatif seperti carnival, cosplay, payung antibullying, HP negroza, TV negroza, Keranda, Makam, Penjara, Penari, dan penampilan Drumband Gita Sita Pradipta.
Dengan semangat yang tinggi, siswa-siswa SMP 2 Salatiga tampil dalam berbagai kostum kreatif yang mencerminkan keberagaman dan sikap anti-bullying. Karnaval ini tidak hanya menjadi ajang untuk menunjukkan kreativitas, tetapi juga untuk menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menghentikan perilaku bullying di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Salah satu elemen menarik dari karnaval ini adalah penggunaan payung antibullying yang dihiasi dengan pesan-pesan positif dan semangat. Selain itu, penggunaan teknologi seperti HP negroza dan TV negroza digunakan untuk menyajikan pesan anti-bullying secara lebih luas kepada masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada pesan positif, karnaval ini juga menampilkan elemen dramatis dengan hadirnya parade keranda dan makam sebagai simbol kematian bagi prilaku bullying. Penari-penari yang mengikuti karnaval ini menghadirkan gerakan-gerakan yang mengekspresikan kebebasan dan keberanian untuk melawan bullying.
Drumband Gita Sita Pradipta menambahkan semangat dengan penampilan mereka yang energik, memberikan ketukan-ketukan drum yang memantik semangat perlawanan terhadap bullying. Peserta karnaval turut hadir memberikan sambutan positif terhadap upaya SMP 2 Salatiga dalam mengkampanyekan anti-bullying.
Kepala Sekolah SMP 2 Salatiga, Ibu Mudjiati, M.Pd., menyatakan, “Kami bangga dapat menjadi bagian dari Karnaval Antibullying ini. Melalui kreativitas dan semangat peserta, kami berharap pesan anti-bullying dapat sampai kepada lebih banyak orang dan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung untuk setiap individu.”
Karnaval Antibullying ini bukan hanya sekadar acara hiburan, tetapi juga menjadi bentuk nyata dari komitmen SMP 2 Salatiga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan bebas dari bullying. Semoga acara ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk turut serta dalam menggalang perlawanan terhadap bullying di kalangan pelajar.

Literasi

LiterasiKata “literasi” berasal dari bahasa Latin “litteratus,” yang mengacu pada seseorang yang berpendidikan atau berpengetahuan. Kata ini berkembang lebih lanjut dalam bahasa Latin sebagai “literacia,” yang berarti keadaan memiliki pengetahuan atau pendidikan. Dalam bahasa Inggris, kata “literacy” pertama kali muncul pada abad ke-19 dan digunakan untuk mengacu pada kemampuan membaca dan menulis.
Konsep literasi telah berkembang dari sekadar kemampuan membaca dan menulis menjadi istilah yang lebih luas, yang mencakup pemahaman dan penggunaan berbagai jenis bahasa tertulis, serta kemampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat yang semakin terhubung secara digital. Konsep literasi juga telah diperluas untuk mencakup literasi media, literasi digital, dan literasi numerik, yang semuanya mencerminkan kemampuan individu untuk memahami dan berinteraksi dengan berbagai jenis informasi dan media.